728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, January 25, 2019

    Lima Dewa - Bagian 3

    (http://www.cangcut.net/2013/02/hindari-tempat-tempat-ini-saat-banyak.html)

    Amarah

    Malam yang indah dengan bintang menghiasi langit malam.Bulan sabit terbentuk dengan menawan.Suasana di Kota Jaya ramai seperti biasa.Banyak orang yang berlalu lalang hanya untuk sekadar berjalan-jalan melepas beban pikiran seharian maupun makan-makan bersama temannya di kedai pinggir jalan.

    Sherly yang sudah siap untuk makan malam pergi berdua dengan Alex menyusuri jalan ditengah keramaian kota.

    "Kau terlihat cantik dengan Dress putih itu" puji Alex.

    "Mm... Te-rimakasih" jawab Sherly dengan menundukkan kepala

    Sherly nampak tidak menunjukkan ekspresi senang sama sekali seperti perasaan tidak nyaman bersama Alex

    "Kau ingin makan dimana ?" tanya Alex.

    "Terserah kau saja" jawaban legenda terucap dari mulut Sherly.

    Setelah itu Alex yang menentukan mereka makan dimana.Mereka masuk kedalam sebuah rumah makan yang mewah dengan pernak-pernik yang menghiasi didalamnya.

    "Selamat datang"
    "Silahkan Tuan ini buku menunya" kata si pelayan.

    Alex memesan steak dan minuman anggur sedangkan Sherly hanya memesan pasta saja

    "Bagaimana dengan sekolahmu ?" tanya Alex

    "Biasa saja,tidak ada yang spesial" balasnya.

    Sebelum menjurus kepada pembicaraan yang serius,Alex bertanya kepada Sherly mengenai pertemuan awal mereka.

    *Flashback 3 tahun yang lalu

    Saat itu Sherly yang masih berumur 12 tahun sangatlah mengagumi sosok Alex yang merupakan penyihir berbakat dikalangan teman-temannya.

    Sherly menjadi anak angkat George pada saat usia 10 tahun.

    Disaat Alex dan beberapa pengawal dari fraksi Star Witch sedang pergi keluar kerajaan untuk melakukan pengamatan,mereka mendatangi sebuah desa terpencil.Saat itulah Alex menjumpai gadis muda yang berpakaian kumuh dan lusuh sedang berlatih menggunakan sihirnya di pinggiran desa.

    "Hei kau yang disana !" seru Alex.

    Sherly yang sedang latihan sihir berlari ketengah hutan saat kepergok oleh Alex.

    "Tunggu !!"
    "Hei !!"
    Alex mengejarnya ke dalam hutan.

    Sherly yang merasa berhasil lolos dari kejaran Alex bersembunyi dibalik pohon besar yang dikerumuni semak-semak yang lebat.

    Sreek..srekk...

    "Aaaaaaaaaaa !!!!"
    Seekor anjing hutan muncul tiba-tiba.

    Sherly mencoba untuk berlari dari kejaran anjing hutan.Ia tak sempat menggunakan sihirnya karena ia masih belum ahli dalam menggunakannya.

    "Selamatkan akuuu !!" pintanya dengan menangis.

    "Sihir Listrik-Sengatan Listrik !" sihir tersebut mengejutkan Sherly

    Sungguh sihir yang indah seperti sebuah pohon yang bercabang dan beranting.Kilatan listrik yang paling indah yang pernah dilihatnya.

    "Apa kau tidak apa-apa ?"
    "Apa ada yang terluka ?" tanya Alex cemas.

    "Emm.. Aku tidak apa-apa" jawabnya dengan kagum.

    Alex mengulurkan tangan kanannya dan membantu Sherly berdiri.

    "Oh iya, siapa namamu ?"
    "Aku adalah Alex"

    "Sh..sherly" jawanya pelan.

    "Sherly ? Itu nama yang cantik !" seru Alex

    Sherly tersenyum mendengarnya.

    Itulah awal pertemuan mereka yang membuat Alex meminta kepada ayahnya untuk mengangkat Sherly sebagai puteri dari keluarga Star Witch.

    *Back to this time

    Malam itu adalah malam yang indah.Dewa Petir tak mau melewatkannya dengan jalan-jalan di Kota menikmati keramaian kota dan suara manusia yang nampak bahagia.

    "Whoaaa... Jadi seperti ini suasana malam di Kota"
    "Tidak terlalu buruk juga" katanya sembari melihat-lihat.

    Saat sedang lewat didepan rumah makan,Dia melihat Sherly yang sedang duduk berdua di meja dekat jendela.

    Mengetahui itu Dewa Petir mendekat ke bawah jendela dengan maksud untuk mendengar perbincangan mereka.

    Kemudian pelayan datang membawakan masakan pesanannya tadi.

    "Silahkan menikmati hidangan dari kami" ucapnya sebelum pergi.

    Sembari makan Alex mengatakan sesuatu yang mengejutkan

    "Kau masih ingat dengan perkataanku dulu kan ?" tanya Alex.

    "Yang mana ?" balas Sherly.

    Alex mengatakan bahwa dia akan menikahi Sherly sesaat sudah lulus dari Akademi nanti.

    Sherly hanya terdiam melanjutkan makannya.

    "Apaaaa ???!!!"
    "Menikah ????" teriakNya dalam hati.

    "Besok pagi aku akan memberikan cincin pertunangan kepadamu didepan banyak siswa" jelasnya

    Sherly yang tadinya hanya diam seketika angkat suara

    "Apa kak ???"
    "Pertunangan ?? Besok ?"
    "Di akademi ?" tanya Sherly terkejut.

    "Iya"

    "Tapi kenapa ?" tanya Sherly lagi.

    Sherly adalah siswa yang sangat populer dikalangan siswa di akademi,selain karena dia cantik dia juga berbakat dalam menggunakan sihir,maka dari itu banyak siswa yang menyukainya.Tindakan yang Alex lakukan adalah untuk menghentikan siswa agar tidak mengajaknya jadian lagi dan lagi.

    "Kau sendiri yang bilang bahwa terus menerus diajak jadian itu sangat merepotkan bukan ?" balas Alex dengan santai.

    Sherly yang kebingungan terdiam mendengar penjelasan dari Alex soal pertunangan itu.

    "Kenapa aku harus menikah denganmu ?" tanya Sherly dengan pelan.

    "Itu karena kau mengagumiku dan aku sangat menyukaimu" jelas Alex sambil meletakkan garbu.

    Itu adalah alasan yang cukup untuk menjalin sebuah hubungan yang lebih dalam dan diakhiri oleh pernikahan.

    "Tapi bukankah aku adalah adikmu ?" tanya Sherly meminta kejelasan.

    "Kau bukanlah adik kandungku dan kita tidak ada hubungan darah"
    "Ayah juga sudah merestuinya"
    Begitulah kata Alex meyakinkan Sherly.

    Dewa Petir yang sedang mendengar percakapan mereka berdua menjadi murung,seperti orang yang tidak punya semangat hidup.

    Tak lama kemudian Sherly dan Alex meninggalkan rumah makan tersebut dan pulang karena Sherly yang benar-benar nampak tidak setuju dengan pertunangan dan pernikahannya yang telah direncanakan itu.

    Dewa Petir juga beranjak dari tempatnya menguping tadi dan pulang ke rumah.Sesampainya dirumah Saat ditanya Ibunya Denis pun Dia tidak menjawabnya dan segera masuk ke kamar.

    Tok tok tok

    "Deniss.."
    "Ibu masuk yaa.."

    Ibunya menjumpai Denis yang sedang tiduran di atas kasur

    "Ada apa denganmu ?"
    "Apa ada sesuatu yang terjadi ?"
    Tanya Ibunya Denis yang duduk disampingNya.

    Dewa Petir hanya terdiam tanpa kata saat itu.Ia tidaklah menangis,meskipun begitu raut wajahNya menampakkan hatiNya yang sedang bersedih.

    "Apa ini masalah dengan perempuan ?" tanya Ibunya dengan senyum meledek.

    Dewa Petir masih tetap diam saja.

    "Sania ya ?"

    Dewa Petir masih tetap diam.

    "Kalau begitu... Sherly !!" kata Ibunya menebak.

    Dewa Petir sedikit menganggukkan kepalaNya sebagai jawaban iya.

    Ibunya terus bertanya tentang Sherly hingga Dewa Petir mengatakan bahwa Sherly akan menikah dengan kakak angkatnya Alex setelah lulus dari akademi.

    "Loh ?? Bukannya kau sudah tahu itu sejak dari dulu ?"
    "Terus mengapa baru sekarang bersedih ?" tanya Ibunya heran.

    Dewa Petir tidak menyangka bahwa Denis ternyata sudah mengetahui akan hal tersebut,meskipun begitu ia tetap saja menyukai Sherly.

    "Alex juga akan mengumumkan pertunangannya besok pagi di akademi" jelas Dewa Petir.

    Ibunya pun memahami perasaan Denis,bahwa dia bersedih karena besok mereka akan mengumumkan pertunangannya,itu mungkin hal mendadak dan tidak bisa dicegah olehnya.

    "Kalau begitu mau bagaimana lagi,mungkin sampai disini saja perjuanganmu untuk mendapatkan Sherly,karena dia lebih memilih Alex daripada kamu" ibunya berkata seperti itu dengan wajah kecewa dan sedih.

    Ibunya yang tak bisa berbuat apa-apa lantas meninggalkan kamarNya dan bersiap untuk tidur.Dewa Petir menghabiskan malamNya dengan penuh kestersebut.
    Keesokan paginya setibanya di akademi,banyak siswa yang sudah berkerumun di halaman depan akademi.Mereka penasaran mengapa mereka diminta untuk berkumpul oleh pemimpin Five Knight Witch pagi-pagi begini.

    "Perhatian kepada siswa-siswa Akademi Sihir Kota Jaya sekalian"
    "Pada pagi hari yang cerah ini saya Alex Star Witch dan Sherly Star Witch akan memberitahukan kepada kalian bahwa kami akan melaksanakan pertunangan kami minggu depan di kediaman keluarga Star Witch".

    Pengumuman tersebut sontak disambut gemuruh teriakan siswa yang terkejut tak menyangka bahwa mereka akan melangsungkan pertunangan,terlebih lagi minggu depan.

    Banyak siswa yang kecewa dengan pengumuman tersebut lantaran banyak siswa yang menyukai Sherly dan ingin jadian dengannya.Begitu pula sebaliknya banyak siswi yang menyukai Alex dan ingin jadian dengannya merasa kecewa dengan adanya pertunangan tersebut.

    Soni dan Prima yang saat itu sedang bersama,langsung mencari Denis di tengah kerumunan siswa.

    "Oi itu Denis !" seru Prima.

    "Oi Denis apa maksud dari semua ini ?" tanya Soni padaNya

    Dewa Petir hanya terdiam dengan lesu dan menundukkan kepalaNya.Pikirannya kalut tak tau harus berbuat apa sedangkan Ia ternyata menyukai Sherly.

    Semua yang berada di sekeliling berubah menjadi putih seketika

    "Apa kau yakin membiarkannya begitu saja ?" suara yang terdengar jelas begitu saja.

    Dewa Petir kemudian mengangkat kepalaNya dan menjumpai sosok cahaya putih besar sedang berada dihadapanNya.

    "Yoo.. Lama tidak berjumpa Sang Pemimpin" seruNya.

    "Kau... Siapa ?" tanya Dewa Petir

    Seperti biasanya meski dalam kondisi seperti ini kebodohan Dewa Petir masih tetap melekat di dalam diriNya.

    "Kau yang telah memilihku"
    "Kau yang memberikanku kekuatan"
    "Kau yang telah mengangkatku"
    "Kau lupa siapa aku ?" tanyaNya beruntun.

    "Denis...ya" jawab Dewa Petir pelan.

    "Apa yang sedang kau pikirkan ?" tanya Denis.

    Dewa Petir merasa bahwa bukan hal yang tepat kalau Dia menghentikan pertunangan mereka.Selain itu orang yang disukai oleh Sherly adalah Denis bukannya Dia.Itulah mengapa Dewa Petir berpikir bahwa akan lebih baik jika Sherly bertunangan dengan Alex dan menikah dikemudian hari.

    "Haha... ternyata benar bahwa engkau adalah Dewa terbodoh diantara Keempat Dewa lainnya" ejek Denis.

    Dewa Petir ngambek karena ejekan Denis kepadaNya karena itu memang benar.

    "Memang benar Sherly menyukaiku,tapi perlu engkau ketahui bahwa Sherly yang sekarang jauh lebih menyukaiMu" jelas Denis.

    Dewa Petir tidak percaya dengan perkataan Denis barusan.Mereka baru saja bertemu lantas bagaimana Sherly bisa menyukainya ? Selain itu Sherly tidak memgetahui bahwa Dia bukanlah Denis.

    "Suatu hari nanti akan tiba saatnya bagiMu untuk mengungkapkan identitasMu yang sebenarnya,dan saat itulah kau akan mengerti maksud dari perkataanku tadi" jelasnya.

    Denis meminta Dewa Petir untuk menolak rencana pertunangan dan pernikahan mereka jika tidak ingin menyesal dikemudian hari.

    Denis menghilang dan semua kembali seperti biasa.Dewa Petir dengan memberanikan dan membulatkan tekad...

    "Aku tidak menyutujui Sherly bertunangan denganmu dan menikah denganmu !" teriak Dewa Petir.

    Suasana menjadi hening,pandangan menuju ke arah Dewa Petir.

    "Aku tidak butuh persetujuan darimu pecundang" kata Alex dengan tatapan sinis.

    Susana pun semakin menegangkan.

    "Kebetulan Aku juga tidak peduli dengan keinginan egoismu itu !" balasNya

    "Bocah kurang ajar !"

    "Sihir Listrik-Tembakan Listrik !"

    Sring !!!
    Dewa Petir berpindah tempat dengan cepat dari posisinya berdiri dan muncul secara tiba-tiba di depan Alex.

    "Aku balas pukulanmu waktu itu !"
    Dewa Petir memukul perut Alex dengan tangan kanan yang dialiri oleh listrik.

    *Sfx : terpental
    Ughh... Gruduk gruduk duk dak !!!

    Semua siswa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.

    "Teleportasi ?"
    "Mana ada sihir teleportasi !"
    "Bagaimana bisa Denis menguasai sihir listrik ?"
    "Apa aku sedang bermimpi ?"
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Lima Dewa - Bagian 3 Rating: 5 Reviewed By: Anoy
    Scroll to Top